Selasa, 27 Agustus 2013

Pendidikan melalui outbound


outbound-outing- camping-lokasi outbound-highland camp-youth outbound-makan
Outbound pramuka
Outbound merupakan salah satu metode pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam. karena alam bisa menjadi media pembelajaran yang efektif, salah satu contohnya yaitu pemanfaatan alam seperti tadabbur alam. Para peserta yang mengikuti outbound tidak hanya dihadapkan pada tantangan inteligensia, tetapi juga fisik dan mental. dan ini akan terus terlatih menjadi sebuah pengalaman yang membekali dirinya dalam menghadapi tantangan yang lebih nyata dalam persaingan di kehidupan sosial masyarakat.
Banyak pakar psikologi dan pendidikan yang menyatakan bahwa outbound sebagai sebuah metode pembelajaran sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan/tuntutan terhadap hasil suatu pelatihan. Melalui outbound, akan terbangun pemahaman terhadap suatu konsep dan perilaku. Itulah alasannya mengapa dalam Quantum Learning, kegiatan outbound menjadi metode andalan di dalam kegiatan belajar dan memang telah terbukti berhasil.

Sisi menarik dari metode pembelajaran outbound adalah permainan sebagai bentuk penyampaiannya. Dalam permainan skill, individu tidak hanya ditantang berpikir cerdas namun juga memiliki kepekaan sosial. Dalam outbound peserta akan lebih banyak dituntut mengembangkan kemampuan ESQ (emotional and spiritual quotient), disamping IQ (intelligent quotient). Metode outbound training memungkinkan peserta dalam aktivitasnya melakukan sentuhan-sentuhan fisik dengan latar alam yang terbuka sehingga diharapkan peserta didik mampu menghayati kebesaran dan ke-Agungan Allah SWT. melalui ciptaanya yaitu alam. Sehingga penanaman nilai – nilai agama Islam lebih efektif dibandingkan pembelajaran agama yang biasa hanya dilakukan di dalam ruang dan terpacu pada penyampaian pendidik saja.

Konsep baru yang ditawarkan dalam pelatihan di alam terbuka saat ini adalah Islamic Experiential Learning. Yaitu pembelajaran agama Islam melalui outbound dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran. Aktivitas yang terdapat pada kegiatan outbound menantang peserta untuk mengoptimalkan empat potensi yang dimiliki yaitu: akal, fisik, emosional dan yang terpenting adalah potensi spiritual. Kegiatan - kegiatan yang dilakukan sangat sederhana namun, dibalut dalam permainan menyenangkan sehingga peserta didik akan mendapat pemahaman sangat dalam tentang keislaman.

Dalam kegiatan outbound ini peserta diajak untuk menyelami makna dari nilai – nilai keislaman yang luhur melalui berbagai aktivitas yang interaktif, menyenangkan, sarat hikmah dan menyentuh qalbu. Nilai-nilai Keislaman adalah nilai-nilai yang memiliki kebaikan di dunia dan akhirat. Nilai-nilai yang memiliki cita sosial yaitu nilai keadilan, perdamaian, kejujuran, tanggung jawab dan membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat.8 Nilai – nilai keislaman dalam kegiatan outbound salah satunya adalah akidah Islam. (WARSIYAH)

Kamis, 22 Agustus 2013

Jenis Permainan dalam Outbound

Outbound dapat dibagi ke dalam beberapa permainan, setiap jenis permainan tersebut mempunyai makna dan filosofis tersendiri. Jenis permainan tersebut seperti terlihat pada Tabel 1.1.





Tabel 1.1
Jenis Permainan dalam Outbound
NO TAHAP
KEGIATAN
UNIT KEGIATAN
(GAMES)
TEACHING POINTS
1 The ropes course/use Two line bridge
Commando crawl
Flying fox
Elpis walk
Kitten crawl
Post man
  • Melatih diri menghadapi masalah.
  • Melatih diri menghadapi resiko dan penuh tantangan .
  • Percaya diri.
  • Kegigihan menyelesaikan tugas beragam dan banyak pilihan.
  • Melatih bekerja sama dan diskusi.
  • Melatih keberanian untuk mengeluarkan pendapat.
  • Keterlibatan dan rasa ingin tahu.
2 Group activities The all aboard
Human knot
Punctured drum
Big foot
Pithon pentaton
Go for it
  • Melatih diri memecahkan masalah.
  • Mengkomunikasikan hasil-hasil.
  • Membuat penyelesaian menjadi menarik.
  • Keterpaduan mandiri, kombinasi, kepekaan terhadap masalah.
  • Melatih diri menyelesaikan pekerjaan rumit.
  • Diskusi kelompok.
  • Melatih diri mengeluarkan pendapat.
  • Melatih keberanian menghadapi resiko dan penuh tantangan
3 Chellenggers Turun tebing/dinding
Panjat tebing/dinding
  • Melatih diri memecahkan masalah dan banyak pilihan.
  • Melatih diri menjajaki pekerjaan rumit.
  • Kepercayaan diri.
  • Keberanian memunculkan ide-ide baru.
  • Keterpaduan mandiri, kombinasi, kepekaan terhadap masalah dan tantangan.
4 Olahraga tradisional Panjat pinang
Bakiak
Egrang
Jalan tempurung
  • Bebas bereksperimen.
  • Mempertimbangkan banyak gagasan, kemungkinan-kemungkinan.
  • Mengkomunikasikan hasil-hasil.
  • Keterlibatan yang tinggi dalam masalah.
  • Kesempatan menciptakan dan berkarya
5 Wisata air Arung jeram
Canoe
  • Melatih keberanian menghadapi resiko dan penuh tantangan.
  • Menjajaki pekerjaan rumit.
  • Kepercayaan diri.
6 Relaksasi Relaksasi
  • Memberikan rasa nyaman .
  • Menghilangkan kecemasan.
  • Menghilangkan rasa jenuh dan stress.
Sumber : Robert A Baron, (1995:505).

Senin, 12 Agustus 2013

Outbound dan Stres


Outbound dan stressStres berasal dari bahasa latin (strictus) berati ketat atau sempit, dan kata kerja (stringere) berarti mengetatkan (tighten). Menurut Aswi (2008:15) stress berasal dari kata Perancis (retrecir) berarti kesempitan, suatu penyempitan, atau faktor pembatasan kekuatan. Selye (1976:1) menggambarkan stres sebagai desakan atau tekanan yang dihadapi oleh individu berikut peristiwa yang berlaku padanya. Dalam tekanan ini seseorang perlu menyeimbangkan tuntutan perubahan dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Kegagalan untuk mencapai keseimbangan akan menyebabkan stres.
Gregson (2007:29) mengatakan stress diartikan sebagai status yang dialami ketika muncul ketidakcocokan antara tuntutan dengan kemampuan yang kita miliki. Maksud pernyataan tersebut stress muncul ketika ada tuntutan terhadap pribadi seseorang yang membebani atau melampui batas sumber daya yang diperlukan atau dimiliki dalam menyesuaikan dirinya.
Stres merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada diri individu, dan memberikan dampak kepada aspek fisik dan psikis. Kondisi lingkungan yang baru dihadapi cenderung menyebabkan stress ketika kontrol emosi kurang baik dalam memahami lingkungan tersebut. Apabila emosi terkontrol dengan baik, stress dijadikan sebagai kesiapan psikologis seseorang untuk melakukan sesuatu.

Dalam kehidupan sehari-hari orang banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan dengan suasana penat yang menimbulkan kebosanan dan perasaan jenuh. Untuk mengatasi gejala tersebut, terapi yang bisa dilakukan diantaranya melakukan kegiatan di alam terbuka/alam bebas. Yates (1979:1) mengatakan: “salah satu cara yang dapat mengurangi stres yaitu berusaha mempertahankan aktivitas yang kreatif di luar … misalnya berolahraga atau berekreasi”. Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas yang bisa melepaskan stres. Dengan berolah raga, ketegangan yang dialami seseorang diganti dengan suasana rileks. Aktivitasnya seperti fitness centre, berenang, bersepeda, outbound dan sebagainya. Dalam outbound peserta diajak untuk mempelajari perubahan yang terjadi yang berkenaan dengan alam beserta isinya.

Aktifitas di alam terbuka sekurang-kurangnya 24 jam merupakan media efektif untuk mengenal pribadi seseorang secara lebih mendalam. Karena pada saat tersebut, karakter dan tabiat seseorang teridentifikasi secara jelas. Dalam aktifitas tersebut, individu menjadi diriya sendiri, mereka tertantang dengan permainan yang membutuhkan adrenalin cukup tinggi. Ketegangan yang timbul dalam aktivitas tersebut membuat jiwa seseorang lebih kuat, dan perasaanya lebih rileks. Ancok (2003:3) menegaskan: “metode pelatihan di alam terbuka dapatdigunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan” Salah satu contoh bentuk permainan yang dapat mengurangi stres adalah ice breaking. Ice breaking adalah berbagai bentuk permainan yang dilakukan sebagai pemanasan sebelum melakukan kegiatan outbound, dalam kegiatan ini bentuk pemanasan mengarah pada upaya memecahkan rasa beku dalam suatu kelompok. Ice breaking bertujuan menimbulkan jiwa sportif, kerjasama dalam kelompok, rasa tanggung jawab dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Selain itu, menghilangkan tekanan-tekanan yang ditimbulkan akibat rutinitas dalam kehidupan sehari-hari seperti rasa lelah, bosan, jenuh, penat dan stres.( Komarudin, S.Pd. M.Pd. )