Gregson (2007:29) mengatakan stress diartikan sebagai status yang dialami ketika muncul ketidakcocokan antara tuntutan dengan kemampuan yang kita miliki. Maksud pernyataan tersebut stress muncul ketika ada tuntutan terhadap pribadi seseorang yang membebani atau melampui batas sumber daya yang diperlukan atau dimiliki dalam menyesuaikan dirinya.
Stres merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada diri individu, dan memberikan dampak kepada aspek fisik dan psikis. Kondisi lingkungan yang baru dihadapi cenderung menyebabkan stress ketika kontrol emosi kurang baik dalam memahami lingkungan tersebut. Apabila emosi terkontrol dengan baik, stress dijadikan sebagai kesiapan psikologis seseorang untuk melakukan sesuatu.
Dalam kehidupan sehari-hari orang banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan dengan suasana penat yang menimbulkan kebosanan dan perasaan jenuh. Untuk mengatasi gejala tersebut, terapi yang bisa dilakukan diantaranya melakukan kegiatan di alam terbuka/alam bebas. Yates (1979:1) mengatakan: “salah satu cara yang dapat mengurangi stres yaitu berusaha mempertahankan aktivitas yang kreatif di luar … misalnya berolahraga atau berekreasi”. Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas yang bisa melepaskan stres. Dengan berolah raga, ketegangan yang dialami seseorang diganti dengan suasana rileks. Aktivitasnya seperti fitness centre, berenang, bersepeda, outbound dan sebagainya. Dalam outbound peserta diajak untuk mempelajari perubahan yang terjadi yang berkenaan dengan alam beserta isinya.
Aktifitas di alam terbuka sekurang-kurangnya 24 jam merupakan media efektif untuk mengenal pribadi seseorang secara lebih mendalam. Karena pada saat tersebut, karakter dan tabiat seseorang teridentifikasi secara jelas. Dalam aktifitas tersebut, individu menjadi diriya sendiri, mereka tertantang dengan permainan yang membutuhkan adrenalin cukup tinggi. Ketegangan yang timbul dalam aktivitas tersebut membuat jiwa seseorang lebih kuat, dan perasaanya lebih rileks. Ancok (2003:3) menegaskan: “metode pelatihan di alam terbuka dapatdigunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan” Salah satu contoh bentuk permainan yang dapat mengurangi stres adalah ice breaking. Ice breaking adalah berbagai bentuk permainan yang dilakukan sebagai pemanasan sebelum melakukan kegiatan outbound, dalam kegiatan ini bentuk pemanasan mengarah pada upaya memecahkan rasa beku dalam suatu kelompok. Ice breaking bertujuan menimbulkan jiwa sportif, kerjasama dalam kelompok, rasa tanggung jawab dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Selain itu, menghilangkan tekanan-tekanan yang ditimbulkan akibat rutinitas dalam kehidupan sehari-hari seperti rasa lelah, bosan, jenuh, penat dan stres.( Komarudin, S.Pd. M.Pd. )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar